Sidang Isbat Lebaran 2026 Sabtu 21 Maret

Sidang Isbat Lebaran 2026: Idulfitri Diprediksi Sabtu 21 Maret

Oleh Redaksi Batang Info
Kamis, 19 Maret 2026 | 20:35 WIB
Paparan data astronomi Sidang Isbat Lebaran 2026

Tim Kemenag memaparkan posisi hilal dalam rangkaian Sidang Isbat Lebaran 2026 di Jakarta. (Foto: Ilustrasi/Batang Info)

Hasil paparan pra-Sidang Isbat Lebaran 2026 yang digelar hari ini memberikan gambaran jelas mengenai akhir Ramadan. Kementerian Agama (Kemenag) RI menyebutkan bahwa secara astronomis, Idulfitri 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Hal ini didasarkan pada posisi hilal yang saat ini dinilai belum memenuhi standar kriteria yang ditetapkan pemerintah dan para ulama.

Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa parameter hilal di seluruh Indonesia masih cukup rendah. Berdasarkan data hisab yang dihimpun oleh Batang Info, tinggi hilal saat ini berada di rentang 0,91 hingga 3,13 derajat. Sementara itu, nilai elongasi hilal berada pada posisi 4,54 hingga 6,10 derajat saja.

Kriteria MABIMS dalam Sidang Isbat Lebaran 2026

Posisi hilal tersebut secara teknis belum mencapai ambang batas kriteria MABIMS. Sebagai informasi, kriteria ini mewajibkan tinggi hilal minimal 3 derajat. Selain itu, jarak sudut elongasi juga harus mencapai minimal 6,4 derajat. Karena parameter ini tidak terpenuhi secara bersamaan, hilal diprediksi akan sulit atau bahkan tidak mungkin teramati di lapangan malam ini oleh tim pemantau resmi.

Kondisi ini biasanya berimplikasi pada keputusan istikmal. Artinya, jumlah hari di bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari. Penjelasan lebih rinci mengenai proses teknis ini dapat dipantau melalui laman resmi Kemenag RI sebagai sumber informasi utama. Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum pengumuman resmi diketok oleh Menteri Agama.

Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 dan Penentuan Syawal

Cecep Nurwendaya menekankan bahwa meskipun data hisab menunjukkan angka pasti, verifikasi lapangan tetap menjadi penentu utama. Metode rukyatul hilal atau pemantauan langsung menjadi prosedur wajib bagi umat Islam di Indonesia. Di wilayah ujung barat Indonesia seperti Aceh, tinggi hilal memang telah menyentuh 3 derajat. Namun, nilai elongasinya masih berada di bawah batas minimum yang disepakati bersama.

Oleh karena itu, secara teoritis penentuan awal Syawal akan bergeser ke hari lusa. Hasil akhir Sidang Isbat Lebaran 2026 ini diprediksi kuat menetapkan Idulfitri pada hari Sabtu Paing, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga akurasi ibadah sesuai dengan tuntunan syariat dan sains astronomi modern yang berlaku di forum MABIMS saat ini.

“Sistem di Indonesia mengombinasikan hisab sebagai informasi awal dan rukyat sebagai verifikasi faktual. Penentuan resmi tetap melalui mekanisme sidang pemerintah malam ini,”

— Paparan Tim Kemenag RI terkait jalannya Sidang Isbat Lebaran 2026.

Data Hisab Kemenag RI Terbaru

Parameter Astronomi Capaian Data Aktual Syarat Kriteria MABIMS
Ketinggian Hilal 0,91° s.d 3,13° Minimal 3,0°
Sudut Elongasi 4,54° s.d 6,10° Minimal 6,4°
Status Prediksi Belum Memenuhi Syarat Istikmal (Genap 30 Ramadan)

Redaksi Batang Info mengimbau warga Kabupaten Batang untuk tetap tenang menunggu ikhbar resmi. Pantau terus kanal berita kami untuk informasi lokasi Salat Idulfitri dan panduan takbiran di wilayah Batang. Mari kita jaga kerukunan dan kedamaian dalam menyambut hari kemenangan yang fitri bagi seluruh umat.

Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply