Sekolah Nasional Terintegrasi Siap di Bandar

Bupati Faiz Siapkan Lahan 8 Hektare di Bandar untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

Oleh Redaksi Batang Info
Jumat, 19 Juni 2026 | 17:22 WIB
Bupati Batang Faiz Kurniawan siapkan lahan Sekolah Nasional Terintegrasi

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, saat memberikan keterangan mengenai rencana proyek strategis daerah. (Foto: ayobatang/Batang Info)

Wajah dunia pendidikan di Kabupaten Batang bersiap menyongsong transformasi besar. Pemerintah Kabupaten Batang kini tengah bergerak cepat mengajukan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada pemerintah pusat. Langkah konkret telah diambil dengan menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Kecamatan Bandar untuk membangun kawasan pendidikan terpadu dari jenjang SD hingga SMA.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mengusulkan dua skema strategis demi memuluskan rencana pembangunan tersebut. Skema pertama berfokus pada efisiensi, yaitu menyatukan sekolah-sekolah yang sudah ada dan saling berdekatan ke dalam satu ekosistem agar bisa berbagi fasilitas bersama secara lebih maksimal.

Dua Skema Strategis Pengajuan Sekolah Nasional Terintegrasi

"Yang kita ajukan itu ada dua hal. Satu, sekolah yang sudah ada kita ajukan terintegrasi. Contohnya sekolah-sekolah yang lokasinya berdekatan, sehingga tinggal ditambah fasilitas bersama," ujar Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Jumat, 19 Juni 2026.

Meski konsep ini sudah disodorkan, Pemkab Batang saat ini masih menanti keputusan resmi dan kepastian dari pemerintah pusat. Untuk skema kedua yang ditawarkan, Pemkab Batang merencanakan pembangunan kawasan Sekolah Nasional Terintegrasi yang sepenuhnya baru di atas lahan kosong di wilayah Kecamatan Bandar.

"Kita juga mengajukan yang baru, betul-betul baru di tanah yang masih kosong. Kita ajukan di daerah Bandar dan nanti kita lihat responsnya dari pemerintah pusat seperti apa," jelas Faiz terkait skenario alternatif penataan fasilitas pendidikan di daerahnya tersebut.

Alokasi Lahan Terpadu dan Standar Regulasi Pusat

Kendati lahan seluas 8 hektare telah dialokasikan di Kecamatan Bandar, Faiz mengakui luasan tersebut sebenarnya masih di bawah standar ideal yang diminta oleh pusat untuk program SNT, yakni sekitar 20 Brass / Hektare. Namun, hal itu tidak menyurutkan proses pengajuan administratif dari pihak pemerintah daerah.

Rencana Kawasan Satu Atap SNT Kabupaten Batang:

1. Pendidikan Berkesinambungan: Siswa dapat menempuh pendidikan satu atap mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
2. Fasilitas Terpadu: Penyediaan fasilitas bersama modern untuk menghemat sekaligus memaksimalkan fungsi operasional.
3. Lokasi Strategis: Kawasan Kecamatan Bandar dipilih sebagai pusat pengembangan wilayah pendidikan baru.

"Luasnya sekitar 8 hektare, tetapi masih dalam proses pengajuan. Karena kalau dari syaratnya sendiri sebenarnya sekitar 20 hektare," ungkapnya menambahkan rincian teknis syarat administratif. Jika proyek ini disetujui oleh pusat, masyarakat Batang akan memiliki kawasan pendidikan satu atap yang terintegrasi secara berkesinambungan.

Langkah pengajuan ini menjadi salah satu upaya Pemkab Batang dalam pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Kehadiran fasilitas terpadu tersebut diproyeksikan mampu menciptakan ekosistem belajar yang terstruktur, sekaligus mempersiapkan kualitas sumber daya manusia lokal untuk masa depan.

Dapatkan pembaruan berita peristiwa, pantauan lalu lintas darurat, dan informasi faktual kabupaten secara berkala melalui portal Batang Info. Data sektoral penanggulangan bencana daerah juga dapat diakses secara resmi via situs Pemkab Batang.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan